Bumi Marapu sumba Timur

Pulau Sumba Selayang Pandang
“Bumi Marapu” adalah sebutan lain bagi Tana Humba atau ‘Sumba’. ‘Marapu’ merupakan merupakan kepercayaan asli yang bersumber pada unsur pemujaan arwah nenek moyang yang dianggap sebagai hal yang sangat penting bagi orang Sumba. Dengan membedah pulau Sumba terbesit pesan, Sumba adalah pulaunya para arwah. Di setiap sudut kota dan kampungnya tersimpan persembahan dan pujian para abdi. Altar megalit dan batu kuburan keramat yang menghias setiap jantung kampung dan dusun (paraingu).
Pulau ini oleh suku bangsanya sendiri disebut “Tana Humba”. Menurut ceritera, kata humba berasal dari nama isteri nenek moyang pertama orang Sumba yang datang dan mendiami Sumba, yakni ibu model Rambu Humba, isteri kekasih hati Umbu Walu Mandoku. Salah satu peletak landasan suku¬-suku atas kabisu-kabisu Sumba. Kata ‘humba’atau ‘sumba’artinya ‘asli’, jadi tana humba artinya ‘tanah asli’.
Pulau Sumba terbag atas dua kabupaten, yakni Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur. Pulau ini terletak dibelahan luar paling selatan dari untaian pulau-pulau di Indonesia yang termasuk ke dalam wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.
Atau pada 10 LS dan 120 BT, tepatnya di Tenggara Pulau Bali, sebelah selatan Pulau Flores, di sebelah barat daya Pulau Timor, di sebelah barat laut Darwin — Australia. Sebagai sebuah pulau, Pulau Sumba merupakan salah satu dari 3 pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau Flores, Timor dan Sumba.
Dalam peta, pulau Sumba bagaikan sebuah atol di tengah lautan dengan karakteristik kehidupan yang begitu spesifik dan unik. Keunikannya, karena pulau Sumba terkenal dengan ragam atraksi kesenian, upacara adat dan kampung adat yang sangat spesifik dengan kuburan batu dan menhir peninggalan zaman megalitikum.
Dahulu Pulau Sumba terkenal dengan nama Pulau Cendana, karena merupakan pulau penghasil kayu cendana terbesar. Namun sekarang telah punah karena pembabatan besar-besaran pada masa lampau.
Secara topografi pulau Sumba terdiri dari tebaran perbukitan dataran rendah yang landai dan bertingkat-tingkat. Wilayahnya yang beramplitudo suhu yang tinggi mengakibatkan batu-batuan menjadi lapuk, tanah merekah dan terjadi seleksi alam baik terhadap tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang dapat hidup dalam kondisi demikian. Oleh karena itu, jenis tumbuhan yang ada umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren; sedangkan hewan peliharaan umumnya adalah kerbau, sapi dan kuda sesuai dengan keadaan alam Sumba yang berpadang savana luas.
Atau pada 10 LS dan 120 BT, tepatnya di Tenggara Pulau Bali, sebelah selatan Pulau Flores, di sebelah barat daya Pulau Timor, di sebelah barat laut Darwin — Australia. Sebagai sebuah pulau, Pulau Sumba merupakan salah satu dari 3 pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau Flores, Timor dan Sumba.
Dalam peta, pulau Sumba bagaikan sebuah atol di tengah lautan dengan karakteristik kehidupan yang begitu spesifik dan unik. Keunikannya, karena pulau Sumba terkenal dengan ragam atraksi kesenian, upacara adat dan kampung adat yang sangat spesifik dengan kuburan batu dan menhir peninggalan zaman megalitikum.
Dahulu Pulau Sumba terkenal dengan nama Pulau Cendana, karena merupakan pulau penghasil kayu cendana terbesar. Namun sekarang telah punah karena pembabatan besar-besaran pada masa lampau.
Secara topografi pulau Sumba terdiri dari tebaran perbukitan dataran rendah yang landai dan bertingkat-tingkat. Wilayahnya yang beramplitudo suhu yang tinggi mengakibatkan batu-batuan menjadi lapuk, tanah merekah dan terjadi seleksi alam baik terhadap tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang dapat hidup dalam kondisi demikian. Oleh karena itu, jenis tumbuhan yang ada umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren; sedangkan hewan peliharaan umumnya adalah kerbau, sapi dan kuda sesuai dengan keadaan alam Sumba yang berpadang savana luas.